Langsung ke konten utama

Postingan

Musyawarah Desa Tentang "Kewenangan Desa" Trirenggo

TRIRENGGO(27/10)– Selasa 27 Oktober 2020 Pemerintah Desa Trirenggo bersama BPD Trirenggo melaksanakan Musyawarah Desa Tentang “Kewenangan Desa” di Pendapa Balai Desa Trirenggo. Hadir dalam acara ini PJ Lurah Desa Trirenggo, Ketua BPD Trirenggo, Carik, Kasi, Kaur, Dukuh, Staff , Anggota BPD dan Perwakilan LKD Trirenggo. (Mari_Mar)

PENYULUHAN KB DESA TRIRENGGO TAHUN 2020

TRIRENGGO(26/10)– Keluarga Berencana (KB) adalah gerakan untuk membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera dengan membatasi kelahiran yang bisa dilakukan dengan penggunaan alat-alat kontrasepsi atau penanggulangan kelahiran seperti kondom, spiral, IUD, dan sebagainya. Gerakan keluarga berencana diartikan sebagai upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui upaya pendewasaan usia perkawinan, pengendalian kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga, dan peningkatan kesejahteraan keluarga dalam rangka melembagakan dan membudidayakan norma keluarga kecil bahagia dan sejahteraan. Program KB juga secara khusus dirancang demi menciptakan kemajuan, kestabilan, dan kesejahteraan ekonomi, sosial, serta spiritual setiap penduduknya. Program KB di Indonesia diatur dalam UU N0 10 tahun 1992, yang dijalankan dan diawasi oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Untuk mendukung program KB yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusatdan diatur oleh Undang-Undang, ...

Belajar Otodidak, Warga Bantul Ubah Limbah Jadi Kerajinan

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL –  Semua berawal dari tahun 2010 silam. Kala itu, Suparno atau biasa dipanggil Nano, warga dusun Karangmojo, RT 02, Trirenggo,  Bantul  mencoba membuat  kerajinan . Modalnya hanya  limbah  cangkang telor. Limbah yang sebagian orang dianggap tidak berguna itu dibuat  kerajinan  dengan cara otodidak, dengan cara melihat tayangan video online dari YouTube.  Tak disangka, berangkat dari coba-coba, pria lulusan SMP itu mampu mengubah  limbah  cangkang telor menjadi karya seni dan menghasilkan rupiah.  Karya seni tersebut berupa kaligrafi, wayang dan berbagai hiasan rumah. Motifnya yang menarik, membuat karya seni itu diterima di pasaran. “Waktu itu, ada banyak yang minat dan pesan,” kata Nano, mengawali cerita, saat ditemui di rumahnya, Kamis (10/9/2020).  Animo masyarakat itu, membuat dirinya terpacu untuk terus berkarya. Ia mengekpresikan diri dengan inovasi baru, sekaligus mencari peluang pasar  kerajinan  tangan yang paling diminati. Berkelindan ...