Langsung ke konten utama

Pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1439 H, di Lapangan Sumber Batikan

BATIKAN(17/6) — Momen hari raya Idul Fitri merupakan momen kemenangan umat Islam dalam memerangi hawa nafsu yang dilakukan saat berpuasa sebulan lamanya. Momen tersebut disambut secara suka cita, dimana pada malam hari raya Idul fitri tersebut dikumandangkan takbir semalam suntuk yang kemudian di pagi harinya dilaksanakan sholat Idul Fitri.

Momen tersebut dirasakan juga oleh masyarakat Dusun Sumber Batikan, Trirenggo, Bantul yang secara suka cita menyambut datangnya hari kemenangan. Sholat Idul Fitri lingkup Dusun Sumber Batikan dilaksanakan di Lapangan Sumber Batikan Trirenggo Bantul.

Masyarakat Berbondong-bondong menuju lapangan Sumber Batikan Jum’at pagi (15 Juni 2018) masyarakat mulai berduyun-duyun memadati lapangan dan dengan tertib membuat shaf/barisan yang telah dipersiapkan panitia sebelumnya. 

Didik Baryadi S. Ag. saat menyampaikan khutbah Idul Fitri Dalam khutbah Ied, Didik Baryadi S. Ag.  menyampaikan bahwa momentum idul fitri ini harus dijadikan ajang perbaikan baik bagi pribadi maupun segenap lapisan masyarakat, karena batas usia seseorang tidak ada yang tahu. Idul fitri tahun ini mungkin masih bisa berkumpul bersama belum tentu dapat berkumpul kembali pada Idul Fitri tahun depan. Oleh karena hal tersebut maka usia dan kesehatan yang masih kita miliki harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk beribadah kepada Allah SWT. (Mr.M)

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah

KALURAHAN TRIRENGGO Kalurahan Trirenggo adalah salah satu dari 5 Kalurahan yang berada di Kapanewon Bantul Kabupaten Bantul.  Berdasarkan Maklumat Penggabungan Daerah-Daerah Kalurahan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX pada tahun 1946, dapat diketahui bahwa Kalurahan Trirenggo berdiri pada hari Sabtu Wage, 23 Nopember 1946 atau 28 Besar 1877 Jimawal, Windu Kunthara, Wuku Dhukut atau 28 Dzulhijjah 1365 H. Kata Tri dalam bahasa Jawa berarti tiga, dan kata Renggo berarti pemimpin. Kalurahan Trirenggo pada awal berdirinya merupakan gabungan dari 3 Kalurahan lama yaitu Niten di sebelah utara, Nogosari di sebelah tengah dan Batikan di sebelah selatan. Kalurahan Trirenggo terbagi menjadi 17 pedukuhan, yaitu : Pedukuhan Gempolan Pedukuhan Sragan Pedukuhan Klembon Pedukuhan Priyan Pedukuhan Pasutan Pedukuhan Bogoran Pedukuhan Pepe Pedukuhan Nogosari Pedukuhan Gedongan Pedukuhan Gandekan Pedukuhan Manding Pedukuhan Kweden Pedukuhan Sumber Batikan Pedukuhan Bakulan Pedukuhan Cepoko Pedukuhan Kara...

Profil Wilayah

Kalurahan Trirenggo merupakan salah satu Kalurahan di wilayah Kapanewon Bantul Kabupaten Bantul dengan luas wilayah 6.100,00 Ha. Kalurahan Trirenggo memiliki topografi dataran rendah dengan ketinggian rata-rata 45 m di atas permukaan laut dengan suhu udara berkisar 22–34°C. Secara administratif, batas wilayah Kalurahan Trirenggo sebagai berikut: a.    Sebelah Utara : Kalurahan Pendowoharjo b.    Sebelah Selatan : Kalurahan Sumbermulyo c.     Sebelah Barat : Kalurahan Bantul d.    Sebelah Timur : Kalurahan Sabdodadi Orbitasi dan Jarak Tempuh Jarak dari Pemerintah Kapanewon:  1,80 km Jarak dari Pemerintah Kabupaten :  1,80 km Jarak dari Pemerintah Propinsi : 13 Km Secara Administratif  Kalurahan Trirenggo dibagi 17 Pedukuhan yaitu : Pedukuhan Gempolan Pedukuhan Klembon Pedukuhan Sragan Pedukuhan Priyan Pedukuhan Pasutan Pedukuhan Bogoran Pedukuhan Pepe Pedukuhan Nogosari Pedukuhan Gandekan Pedukuhan Manding Pedukuhan Gedongan Pedukuhan Kweden Pedukuhan Karangmojo Pedukuhan Sumber Batikan...