Langsung ke konten utama

Kegiatan "Ngumpul Rosok" P3B Giat Bogoran

BOGORAN(25/7)– P3B Giat Bogoran dalam menjalankan kegiatan bersih dusun, salah satunya adalah dengan mengumpulkan rosok (barang bekas yang bisa dijual) di tiap-tiap rumah penduduk. Kegiatan itu rutin dilakukan sebulan sekali. Sepertihalnya sekarang ini, minggu 22 Juli 2018 ini pemuda-pemudi Bogoran mekasanakan kegiatan pengumpulan rosok ini.

Kegiatan ini bertujuan untuk membantu penduduk Bogoran didalam hal membersihkan barang-barang yang sudah tak terpakai lagi, dan barang-barang itu akan dapat dijual ke pengepul rosok untuk dijadikan kas pemuda-pemudi yang nantinya akan dipergunakan pula untuk masyarakat sekitar.

“Kegiatan ini salah satunya juga bertujuan untuk menjalin hubungan baik antara para pemuda pemudi dengan masyarakat Bogoran seluruhnya” kata Andri Suryanto ketua pemuda pemudi Bogoran.

Setelah semua rosok dari semua rt terkumpul lalu para pemuda pemudi ini bergotong royong untuk memisah misah rosok menurut jenisnya seperti jenis kertas Koran, kardus, botol kaca, botol plastic , besi, dan masih banyak lagi. Semua kegiatan kegiatan itu mulai dari pengambilan sampai pemisahan dan dijual ke pengepul rosok pun itu dilakukan oleh pemuda pemudi secara gotong royong bersama sama dan itu menjadi bukti nyata bahwa pemuda pemudi Bogoran ini solit dan kompak.

Uang dari pengumpulan rosok itu di kumpulkan dan direalisikan ke masyarakat menjadi barang yang berguna untuk masyarakat banyak. Seperti halnya sebelum ramadhan tahun 2018 lalu direalisikan hasil pengumpulan rosok itu untuk membantu warga Bogoran dengan acara Bakti Sosial.

Kegiatan ini merupakan kegiatan yang positif dan patutlah untuk di contoh didalam suatu organisasi desa. Dari masyarakat kembali untuk masyarakat. Dari membantu masyarakat untuk membantu masyarakat kembali. (Mr.M)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah

KALURAHAN TRIRENGGO Kalurahan Trirenggo adalah salah satu dari 5 Kalurahan yang berada di Kapanewon Bantul Kabupaten Bantul.  Berdasarkan Maklumat Penggabungan Daerah-Daerah Kalurahan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX pada tahun 1946, dapat diketahui bahwa Kalurahan Trirenggo berdiri pada hari Sabtu Wage, 23 Nopember 1946 atau 28 Besar 1877 Jimawal, Windu Kunthara, Wuku Dhukut atau 28 Dzulhijjah 1365 H. Kata Tri dalam bahasa Jawa berarti tiga, dan kata Renggo berarti pemimpin. Kalurahan Trirenggo pada awal berdirinya merupakan gabungan dari 3 Kalurahan lama yaitu Niten di sebelah utara, Nogosari di sebelah tengah dan Batikan di sebelah selatan. Kalurahan Trirenggo terbagi menjadi 17 pedukuhan, yaitu : Pedukuhan Gempolan Pedukuhan Sragan Pedukuhan Klembon Pedukuhan Priyan Pedukuhan Pasutan Pedukuhan Bogoran Pedukuhan Pepe Pedukuhan Nogosari Pedukuhan Gedongan Pedukuhan Gandekan Pedukuhan Manding Pedukuhan Kweden Pedukuhan Sumber Batikan Pedukuhan Bakulan Pedukuhan Cepoko Pedukuhan Kara...

Profil Wilayah

Kalurahan Trirenggo merupakan salah satu Kalurahan di wilayah Kapanewon Bantul Kabupaten Bantul dengan luas wilayah 6.100,00 Ha. Kalurahan Trirenggo memiliki topografi dataran rendah dengan ketinggian rata-rata 45 m di atas permukaan laut dengan suhu udara berkisar 22–34°C. Secara administratif, batas wilayah Kalurahan Trirenggo sebagai berikut: a.    Sebelah Utara : Kalurahan Pendowoharjo b.    Sebelah Selatan : Kalurahan Sumbermulyo c.     Sebelah Barat : Kalurahan Bantul d.    Sebelah Timur : Kalurahan Sabdodadi Orbitasi dan Jarak Tempuh Jarak dari Pemerintah Kapanewon:  1,80 km Jarak dari Pemerintah Kabupaten :  1,80 km Jarak dari Pemerintah Propinsi : 13 Km Secara Administratif  Kalurahan Trirenggo dibagi 17 Pedukuhan yaitu : Pedukuhan Gempolan Pedukuhan Klembon Pedukuhan Sragan Pedukuhan Priyan Pedukuhan Pasutan Pedukuhan Bogoran Pedukuhan Pepe Pedukuhan Nogosari Pedukuhan Gandekan Pedukuhan Manding Pedukuhan Gedongan Pedukuhan Kweden Pedukuhan Karangmojo Pedukuhan Sumber Batikan...