Langsung ke konten utama

Koperasi Bantu Pecahkan Masalah Petani Lewat Program Tani Kita

YOGYAKARTA – Koperasi Unit Desa (KUD) Gemah Ripah Trirenggo, Bantul, berencana menggulirkan program Tani Kita, guna membantu para petani memecahkan berbagai persoalan. 

Program pemberdayaan ini akan membantu petani dalam berbagai aspek, baik akses permodalan, transfer ilmu budi daya, pengadaan sarana produksi pertanian, penanganan pascapanen, pengolahan hasil hingga pemasaran produk pertanian di Desa Cerdas Mandiri Lestari Trirenggo.

Manajer Umum KUD Gemah Ripah Trirenggo, Ambyah, menjelaskan akses permodalan bagi petani akan diberikan dengan menerapkan skema “yarnen” atau bayar panen tanpa bunga. Kemudahan ini diberikan KUD Gemah Ripah, agar para petani tidak kesulitan mendapatkan modal produksi.

“Jadi petani hanya perlu mengembalikan pinjaman modal produksi saat sudah panen. Sehingga tidak memberatkan,” ungkapnya saat memberikan paparan dalam kegiatan Rapat Anggota Tahunan (RAT) KUD Gemah Ripah Tahun Tutup Buku 2019 di balai desa setempat, belum lama ini.

Sementara, Transfer llmu Budi Daya merupakan upaya pendampingan teknis budi daya pada jenis tanaman yang dirasa masih baru bagi petani. Pendampingan ini bersifat sukarela dan tidak terdapat keterpaksaan bagi siapa pun. Koperasi juga siap menjembatani petani untuk mendapat “update” ilmu budi daya kepada ahli, baik itu perguruan tinggi, peneliti, praktisi berpengalaman, hingga dinas pertanian.

“Sedangkan pengadaan sarana produksi pertanian merupakan sub program Tani Kita, guna membantu petani dalam hal mendekatkan dan memudahkan petani dalam mengakses sarana produksi pertanian. Koperasi KUD Gemah Ripah Damandiri Trirenggo berkomitmen untuk menyediakan sesuai kebutuhan petani anggota koperasi,” lanjutnya.

Tidak hanya sampai di situ, terkait pascapanen, Koperasi KUD Gemah Ripah binaan Yayasan Damandiri ini juga berencana memberikan bantuan pendampingan bagi petani, agar mereka memiliki pengetahuan teknis serta pengetahuan inovasi teknologi dalam rangka mengefisiensi biaya produksi. Hal ini berkaitan juga dengan proses pengolahan hasil panen, guna mendorong terciptanya usaha-usaha mandiri baru bagi anggota koperasi.

“Rencananya skema yang akan kita diberikan adalah pemberdayaan usaha anggota koperasi. Karena koperasi berkomitmen untuk membentuk ekosistem padat karya bagi anggota koperasi, guna dapat meningkatkan nilai tambah penghasilan rumah tangga melalui penggunaan inovasi teknologi,” bebernya.

Sedangkan pemasaran hasil panen merupakan sub program, yang nantinya akan menjadi jembatan petani, anggota umkm koperasi, ke konsumen akhir melalui integrasi dengan Program Warung Kita.

“Jadi, semua program Tani kita ini akan singkron dengan program Koperasi lainnya seperti Warung Kita,” pungkasnya.

 

Dikutip dari : https://www.cendananews.com/2020/11/koperasi-bantu-pecahkan-masalah-petani-lewat-program-tani-kita.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah

KALURAHAN TRIRENGGO Kalurahan Trirenggo adalah salah satu dari 5 Kalurahan yang berada di Kapanewon Bantul Kabupaten Bantul.  Berdasarkan Maklumat Penggabungan Daerah-Daerah Kalurahan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX pada tahun 1946, dapat diketahui bahwa Kalurahan Trirenggo berdiri pada hari Sabtu Wage, 23 Nopember 1946 atau 28 Besar 1877 Jimawal, Windu Kunthara, Wuku Dhukut atau 28 Dzulhijjah 1365 H. Kata Tri dalam bahasa Jawa berarti tiga, dan kata Renggo berarti pemimpin. Kalurahan Trirenggo pada awal berdirinya merupakan gabungan dari 3 Kalurahan lama yaitu Niten di sebelah utara, Nogosari di sebelah tengah dan Batikan di sebelah selatan. Kalurahan Trirenggo terbagi menjadi 17 pedukuhan, yaitu : Pedukuhan Gempolan Pedukuhan Sragan Pedukuhan Klembon Pedukuhan Priyan Pedukuhan Pasutan Pedukuhan Bogoran Pedukuhan Pepe Pedukuhan Nogosari Pedukuhan Gedongan Pedukuhan Gandekan Pedukuhan Manding Pedukuhan Kweden Pedukuhan Sumber Batikan Pedukuhan Bakulan Pedukuhan Cepoko Pedukuhan Kara...

Profil Wilayah

Kalurahan Trirenggo merupakan salah satu Kalurahan di wilayah Kapanewon Bantul Kabupaten Bantul dengan luas wilayah 6.100,00 Ha. Kalurahan Trirenggo memiliki topografi dataran rendah dengan ketinggian rata-rata 45 m di atas permukaan laut dengan suhu udara berkisar 22–34°C. Secara administratif, batas wilayah Kalurahan Trirenggo sebagai berikut: a.    Sebelah Utara : Kalurahan Pendowoharjo b.    Sebelah Selatan : Kalurahan Sumbermulyo c.     Sebelah Barat : Kalurahan Bantul d.    Sebelah Timur : Kalurahan Sabdodadi Orbitasi dan Jarak Tempuh Jarak dari Pemerintah Kapanewon:  1,80 km Jarak dari Pemerintah Kabupaten :  1,80 km Jarak dari Pemerintah Propinsi : 13 Km Secara Administratif  Kalurahan Trirenggo dibagi 17 Pedukuhan yaitu : Pedukuhan Gempolan Pedukuhan Klembon Pedukuhan Sragan Pedukuhan Priyan Pedukuhan Pasutan Pedukuhan Bogoran Pedukuhan Pepe Pedukuhan Nogosari Pedukuhan Gandekan Pedukuhan Manding Pedukuhan Gedongan Pedukuhan Kweden Pedukuhan Karangmojo Pedukuhan Sumber Batikan...