Langsung ke konten utama

UGM Pamerkan Alat Uji Diagnostik Ge-Nose C19 Di Bantul

Bertempat di Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 Bantul, peneliti Universitas Gadjah Mada  (UGM)  melaksanakan Kick Off Alat Uji Diagnostik Ge-Nose di Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 di Bambanglipuro Bantul.

Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Budi Raharja, memberikan apresiasi  karena keterlibatan tenaga kesehatan pada proses implementasi dan penelitian pembuatan diagnostik Covid – 19.

Ge-Nose C19 yang merupakan pengembangan uji covid -19 hasil inisiasi dari UGM yang simple, murah dan cepat mendapatkan hasil. ” Cita-cita adanya Ge-Nose tersebut nantinya benar-benar menjadi standar dari uji laboratorium selevel dengan PCR. Sehingga jika terwujud akan membantu kita semua dalam hitungan menit dan rupiah yang minimalis, diagnosis positif atau negatif Covid-19 segera kita peroleh sehingga intervensi segera dilakukan serta isolasi juga, ” ungkap Budi.

Sementara peneliti dari UGM berharap bahwa  kolaborasi yang telah dilakukan dapat memberikan sumbangan  bagi keberlangsungan pelayanan kesehatan terutama penanganan Covid-19 saat ini. Salah satu peneliti Ge-nose Dian Kesuma Pramudya menyatakan, bahwa sebenarnya ketika pandemi, tenaga medis menjadi pihak yang serba salah, disisi lain mereka perlu menjaga kesehatan tetapi disisi yang lainnya juga mengemban tanggungjawab untuk memperhatikan masyarakat sekitar.

Penanganan Covid-19 tidak hanya bertumpu pada pemerintah saja, semua pihak sama-sama bertanggungjawab untuk mencegah penularan infeksi Covid-19, pemerintah tidak akan berhasil tanpa peran serta masyarakat. Penegakan protokol kesehatan harus dilaksanakan secara massif dan terukur.

“ Masyarakat perlu makan artinya harus memenuhi kebutuhan ekonomi. Jika harus menjaga keseimbangan ini berarti masyarakat harus beraktivitas yang terkadang tidak ada jarak, kita sudah minta masyarakat  ayo cuci tangan, ayo pakai masker, ayo jaga jarak tapi nyatanya yang mau membeli masker hanya beberapa besar saja, karena mending beli makan daripada masker, ” kata Dian. 

 

Dikutip dari : https://bantulkab.go.id/berita/detail/4388.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah

KALURAHAN TRIRENGGO Kalurahan Trirenggo adalah salah satu dari 5 Kalurahan yang berada di Kapanewon Bantul Kabupaten Bantul.  Berdasarkan Maklumat Penggabungan Daerah-Daerah Kalurahan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX pada tahun 1946, dapat diketahui bahwa Kalurahan Trirenggo berdiri pada hari Sabtu Wage, 23 Nopember 1946 atau 28 Besar 1877 Jimawal, Windu Kunthara, Wuku Dhukut atau 28 Dzulhijjah 1365 H. Kata Tri dalam bahasa Jawa berarti tiga, dan kata Renggo berarti pemimpin. Kalurahan Trirenggo pada awal berdirinya merupakan gabungan dari 3 Kalurahan lama yaitu Niten di sebelah utara, Nogosari di sebelah tengah dan Batikan di sebelah selatan. Kalurahan Trirenggo terbagi menjadi 17 pedukuhan, yaitu : Pedukuhan Gempolan Pedukuhan Sragan Pedukuhan Klembon Pedukuhan Priyan Pedukuhan Pasutan Pedukuhan Bogoran Pedukuhan Pepe Pedukuhan Nogosari Pedukuhan Gedongan Pedukuhan Gandekan Pedukuhan Manding Pedukuhan Kweden Pedukuhan Sumber Batikan Pedukuhan Bakulan Pedukuhan Cepoko Pedukuhan Kara...

Profil Wilayah

Kalurahan Trirenggo merupakan salah satu Kalurahan di wilayah Kapanewon Bantul Kabupaten Bantul dengan luas wilayah 6.100,00 Ha. Kalurahan Trirenggo memiliki topografi dataran rendah dengan ketinggian rata-rata 45 m di atas permukaan laut dengan suhu udara berkisar 22–34°C. Secara administratif, batas wilayah Kalurahan Trirenggo sebagai berikut: a.    Sebelah Utara : Kalurahan Pendowoharjo b.    Sebelah Selatan : Kalurahan Sumbermulyo c.     Sebelah Barat : Kalurahan Bantul d.    Sebelah Timur : Kalurahan Sabdodadi Orbitasi dan Jarak Tempuh Jarak dari Pemerintah Kapanewon:  1,80 km Jarak dari Pemerintah Kabupaten :  1,80 km Jarak dari Pemerintah Propinsi : 13 Km Secara Administratif  Kalurahan Trirenggo dibagi 17 Pedukuhan yaitu : Pedukuhan Gempolan Pedukuhan Klembon Pedukuhan Sragan Pedukuhan Priyan Pedukuhan Pasutan Pedukuhan Bogoran Pedukuhan Pepe Pedukuhan Nogosari Pedukuhan Gandekan Pedukuhan Manding Pedukuhan Gedongan Pedukuhan Kweden Pedukuhan Karangmojo Pedukuhan Sumber Batikan...