Langsung ke konten utama

Sekolah Lapangan Holtikultura Cabe

TRIRENGGO(30/07)– Rabu (24/7/24) Program sekolah lapangan holtikultura cabe Kalurahan Trirenggo telah memberikan pelatihan dan bimbingan kepada kelompok tani dan KWT Kalurahan Trirenggo. 

Selama pelatihan, para peserta yang merupakan kelompok tani dan KWT Trirenggo diberikan pengetahuan tentang teknik budidaya cabe yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Mereka diajarkan cara memilih bibit unggul, teknik irigasi yang efisien, penggunaan pupuk organik, serta metode pengendalian hama tanpa pestisida kimia. 

Sekolah lapangan holtikultura cabe yang diselenggarakan di Gedung Pertemuan Cepoko ini merupakan pertemuan ketiga dari delapan perteman yang akan diselenggarakan. Pada pertemuan kali ini, bekerjasama dengan POPT (Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman) Kabupaten Bantul Ibu Yoeke Kusumayanti S.P sebagai narasumber. 

Pertemuan ketiga yang diikuti oleh 25 peserta kali ini melakukan pratek pengendalian hama atau penyakit yang disebut OPT, praktek pembuatan lingkat kuning dengan menggunakan limbah botol plastik, dan pengendalian penyakit yang terbawa oleh tanah, hingga prakek penanaman cabe mera keriting dan cabe merah rawit. 

“Harapannya kita dapat mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman cabe sejak dini sekalligus ramah lingkungan, sehingga cabe yang dihasilkan aman untuk dikonsumsi, dan harga jual juga akan tinggi,” ujar Ibu Yoeke Kusumayanti S.P.

Beliau juga menambahkan harapan kedepan dengan adanya pelatihan ini, para petani yang ada di Kalurahan Trirenggo dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di lahan masing-masing sebagai bentuk peningkatan kualitas ekonomi dan lingkungan masyarakat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah

KALURAHAN TRIRENGGO Kalurahan Trirenggo adalah salah satu dari 5 Kalurahan yang berada di Kapanewon Bantul Kabupaten Bantul.  Berdasarkan Maklumat Penggabungan Daerah-Daerah Kalurahan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX pada tahun 1946, dapat diketahui bahwa Kalurahan Trirenggo berdiri pada hari Sabtu Wage, 23 Nopember 1946 atau 28 Besar 1877 Jimawal, Windu Kunthara, Wuku Dhukut atau 28 Dzulhijjah 1365 H. Kata Tri dalam bahasa Jawa berarti tiga, dan kata Renggo berarti pemimpin. Kalurahan Trirenggo pada awal berdirinya merupakan gabungan dari 3 Kalurahan lama yaitu Niten di sebelah utara, Nogosari di sebelah tengah dan Batikan di sebelah selatan. Kalurahan Trirenggo terbagi menjadi 17 pedukuhan, yaitu : Pedukuhan Gempolan Pedukuhan Sragan Pedukuhan Klembon Pedukuhan Priyan Pedukuhan Pasutan Pedukuhan Bogoran Pedukuhan Pepe Pedukuhan Nogosari Pedukuhan Gedongan Pedukuhan Gandekan Pedukuhan Manding Pedukuhan Kweden Pedukuhan Sumber Batikan Pedukuhan Bakulan Pedukuhan Cepoko Pedukuhan Kara...

Profil Wilayah

Kalurahan Trirenggo merupakan salah satu Kalurahan di wilayah Kapanewon Bantul Kabupaten Bantul dengan luas wilayah 6.100,00 Ha. Kalurahan Trirenggo memiliki topografi dataran rendah dengan ketinggian rata-rata 45 m di atas permukaan laut dengan suhu udara berkisar 22–34°C. Secara administratif, batas wilayah Kalurahan Trirenggo sebagai berikut: a.    Sebelah Utara : Kalurahan Pendowoharjo b.    Sebelah Selatan : Kalurahan Sumbermulyo c.     Sebelah Barat : Kalurahan Bantul d.    Sebelah Timur : Kalurahan Sabdodadi Orbitasi dan Jarak Tempuh Jarak dari Pemerintah Kapanewon:  1,80 km Jarak dari Pemerintah Kabupaten :  1,80 km Jarak dari Pemerintah Propinsi : 13 Km Secara Administratif  Kalurahan Trirenggo dibagi 17 Pedukuhan yaitu : Pedukuhan Gempolan Pedukuhan Klembon Pedukuhan Sragan Pedukuhan Priyan Pedukuhan Pasutan Pedukuhan Bogoran Pedukuhan Pepe Pedukuhan Nogosari Pedukuhan Gandekan Pedukuhan Manding Pedukuhan Gedongan Pedukuhan Kweden Pedukuhan Karangmojo Pedukuhan Sumber Batikan...